Penyakit Kritis dan Dampak Sosial Ekonomi

Penyakit Kritis dan Dampak Sosial Ekonomi

FYI, Harap dibaca sampai selesai agar informasi mengenai Penyakit Kritis dan Dampak Sosial Ekonomi yang Anda terima tidak setengah-setengah 🙂

APA ITU PENYAKIT KRISTIS?

1. Penyakit yang sangat serius dan bisa menyebabkan kematian

2. Penyakit yang membutuhkan biaya pengobatan yang tinggi dan akan berdampak buruk terhadap keuangan kita.

3. Penyakit serius yang bisa menyerang siapa saja dan kapan saja tanpa memandang usia.

4. Penyakit yang membutuhkan penanganan awal sebelum penyakit tersebut menyebar ke organ tubuh yang lain.

5. Penyakit yang membutuhkan perawatan khusus dengan alat-alat yang canggih guna memperpanjang usia seorang manusia.

DAMPAK PENYAKIT KRITIS DARI PERSEPEKTIF SOSIAL, EKONOMI DAN PSIKOLOGIS

Kematian merupakan suatu hal yang sangat tidak diinginkan oleh siapapun. Begitu banyak dampak yang akan ditimbulkan oleh karenanya antara lain kesedihan keluarga yang ditinggalkan, beban pskologis, traumatik, menurunnya kondisi keuangan keluarga dan masih banyak lagi lainnya. Kematian bisa terjadi dimana dan kapan saja, penyebab kematianpun sangat beraneka ragam; bisa karena kecelakaan, bencana alam, dan pola konsumsi makanan yang tidak sehat selama hidup sehingga mengakibatkan munculnya beberapa penyakit kritis.

Penyakit Kritis adalah penyakit yang sudah dalam keadaan menakutkan, bisa terserang dengan resiko yang membuat kondisi si penderita semakin lemah. Tentu saja keadaan seperti ini membuat bigung semua pihak, baik si penderita maupun keluarga juga sanak saudara. Apabila ada salah satu keluarga kita yang terkena penyakit kritis itu akan berdampak sangat signifikan terhadap keadaan keuangan, karena penyakit bisa menyerang siapa saja dan pada usia berapa pun. Alangkah baiknya jika “Sedia payung sebelum hujan” untuk melindungi keuangan kita dan bisa mengobati keluarga kita yang divonis penyakit kritis tersebut pada stadium dini.

Untuk biaya pengobatan, apabila salah satu anggota keluarga kita ada yang terserang penyakit kritis tidak terbayangkan mahalnya. Pada tahap awal pemeriksaan saja sudah harus mengeluarkan uang yang sangat banyak dari kantong, tidak terbayangkan besarnya pengeluaran jika si penderita harus rawat inap di rumah sakit ataupun sampai harus menjalani sebuah operasi. Biaya penyembuhan yang harus dikeluarkan sangatlah banyak dan tak terhitung, akankah kita siap jika ini terjadi? Mungkin saja kita tidak pernah siap akan semua musibah yang akan datang. Perubahan drastis akan terjadi dan tampak begitu jelas apabila kita tidak memiliki simpanan yang cukup untuk menghadapi peristiwa tersebut. Bisa saja dengan tiba tiba keadaan kita mendadak jatuh miskin karena biaya perobatan yang harus ditanggung, karena kita juga tidak menginginkan orang yang kita cintai meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Sedikit demi sedikit semua keuangan dan kekayaan yang telah dikumpulkan bertahun-tahun harus habis hanya untuk biaya pengobatan. Berikut adalah contoh biaya perawatan dan biaya operasi dari rumah sakit dalam bentuk tabel.

 

 

Berdasarkan penyebabnya, penyakit dapat dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain penyakit menurun, penyakit defisiensi, penyakit infeksi, dan penyakit traumatik. Penyakit menurun diwariskan dari orangtua kepada keturunannya dan tidak dapat disembuhkan serta tidak dapat ditularkan kepada orang lain, misalnya hemofilia dan butawarna. Penyakit defisiensi disebabkan kekurangan salah satu zat makanan sehari-hari. Penyakit infeksi disebabkan oleh kuman-kuman penyakit (seperti bakteria,virus) akan dapat menular kepada orang lain dan dapat diobati, misalnya tifus dan influeanza.

Sedankan penyakit traumatik disebabkan oleh suatu kejadian atau peristiwa buruk yang sangat membekas pada jiwa penderita.

Dampak lain yang dikarenakan salah satu kerabat kita terserang penyakit adalah dampak psikologis. Dampak psikologis ini juga tidak kalah penting, keadaan penderita secara mendadak akan kehilangan kebebasan dalam menjalani aktivitas kehidupannya. Yang lebih membebani lagi apabila si penderita adalah pencari nafkah dalam keluarga. Tentu saja hal ini membuat keluarga yang terkena musibah tidak bisa menerima. Kedukaan yang dalam akan timbul, rasa bingung, pasrah, stress, termenung, meratapi nasib dan lain sebagainya. Yang bisa mengurangi semua beban tersebut hanyalah dukungan dari kerabat, tetangga, teman, saudara dan orang-orang yang tidak kita kenal tapi meletakkan empati yang begitu besar terhadap musibah yang kita alami.

Hal ini akan mengiring kita pada dampak sosial dalam masyarakat, ada rasa simpati yang begitu besar dari para tetangga, tapi tak jarang ada juga segelintir orang yang tidak peduli. Secara sosial, mungkin saja kita bisa mendapatkan dukungan dan rasa iba, tapi apakah dikasihani itu enak? Jawabannya adalah tidak sama sekali. Kehidupan sempurna yang pernah kita miliki hilang begitu saja apabila penyakit kritis menyerang kita.

Kita tidak akan pernah tahu kapan dan siapa yang akan terserang. Hidup indah dan semua mimpi yang telah kita bangun bertahun-tahun bahkan sepanjang umur hidup kita harus hilang begitu saja. Untuk menghindari hal-hal ini terjadi, alangkah baiknya apabila kita miliki Critical Illness Plan, untuk meyelamatkan nyawa kita dan keuangan kita di masa yang akan datang.

Disadur dari buku best selling Steven Tew (12 Years MDRT IN A ROW LIFE TIME MEMBER OF MDRT,USA)

 

Contact Us for information: Ariston Tobok P.H, SSi – Agen Prudential – lisensi 02174543

WA: 081397506648