Pembesaran Prostat pada Orangtua khususnya Pria

Pembesaran Prostat pada Orangtua khususnya Pria

Pembesaran Prostat pada Orangtua khususnya Pria. Mengapa demikian? Karena secara anatomi, organ Prostat hanya ditemukan pada pria. Kelenjar Prostat adalah suatu kelenjar yang terdiri dari otot polos, jaringan ikat, pembuluh darah, saraf, kelenjar dan jaringan penyanggah lain yang melingkar di sekitar leher kantung kemih dan bagian ptoksimal uretra.

Bentuk dan berat Prostat hampir menyerupai buah ke iri dengan ukuran 4 x 3 x 2.5 cm dan beratnya kurang lebih 20 gram. Prostat memiliki fungsi khusus, yaitu untuk menghasilkan Cairan tipis seperti air susu yang mengandung asam sitrat dan fosfatase asam yang bersifat basa akan membantu menetralkan keasaman vagina agar tidak semua sperma akan mati karena keasaman vagina.

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) adalah adanya kelainan pada pembesaran dari ukuran Prostat yang diakibatkan karena adanya pertambahan sel sel Prostat dan stromal baru ke dalam jaringan kelenjar Prostat. Pertambahan jumlah sel tersebut dapat disebabkan oleh perkembangan sel epithelial dan stromal yang terjadi secara terus -menerus, atau terganggunya sistem kematian sel yang sudah terprogram, penyebab dari hal ini sampai sekarang belum dapat dipahami dengan jelas.

Pembesaran Prostat biasanya terjadi dan teraba pada 20% laki – laki usia 60 tahunan dan 43% laki-laki berusia 80 tahunan. Adapun pendapat lain mengenai hal ini yang mengungkapkan bahwa perubahan sistem hormonal (Androgen, Estrogen), faktor pertumbuhan, neurotransmitter juga ikut berperan dalam terjadinya BPH.

Adapun pemeriksaan fisik yang lazim dilakukan dengan melakukan colok subur atau digital rectal examination (DRE) yang merupakan pemeriksaan yang penting pada pasien. Pemeriksaan penunjang yang lazim dilakukan berupa:

1. Urinalysis (periksaan urine lengkap)

2. Perikanan fungsi ginjal

3. PSA (Prostate Spesific Antigen)

4. USG (Ultrasonkgrafi)

5. Biopsi Hispatologi

Pengobatan pada BPH bertujuan untuk mengembalikan kualitas hidup pasien. Terapi yang ditawarkan pada pasien tergantung pada derajat keluhan, keadaan pasien, maupun kondisi objektif kesehatan pasien yang diakibatkan oleh penyakitnya. Pilihannya adalah mulai dari:

1. Tanpa terapi (watchful waiting) hanya pada pasien dengan keluhan ringan. Namun disarankan agar pasien menghindari beberapa hal yakni: * jangan terlalu banyak mengkonsumsi kopi atau alkohol setelah makan malam,

*mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang menyebabkan iritasi kandung kemih (kopi atau coklat)

*membatasi penggunaan obat-obatan influenza yang mengandung fenilprolanolamine

*mengurangi makan pedas dan asin

*jangan menahan kencing terlalu lama

2. Obat – obatan, dengan golongan inhibitor reduktase bekerja dengan cara menghambat pembentukan hormon hormon tertentu sehingga akan mengecilkan ukuran Prostat.

3. Operasi, yakni dengan sebutan Transurethral Resection of the Prostate (TURP).

Oleh karena itu penting bagi kaum pria agar waspada pembesaran Prostat pada Orangtua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares